Amerika Serikat Tunduk Kepada Indonesia

Menjatuhkan Bung Karno adalah satu-satunya cara agar Amerika bisa bercokol kuat di Indonesia. Sudah dicoba segala cara agar Bung Karno jatuh, tidak berhasil juga. Dicoba dengan cara ancaman embargo, penghentian bantuan…..ehhh Bung Karno malah teriak, “Go to hell with your aid!”.

Messi tertipu oleh Ronaldinho (sosok yg mirip pemain brazil)

"ungkap messi:" Apa yang kamu lakukan berjalan pada sini untuk melihat saya? "Ketika dia memegang tangan saya, saya berlutut saya [dan membungkuk]. Itu sangat emosional. "

Ketika Indonesia Menjadi Kapitalis ( Rezim Orde Baru )

“Ketika tepat 100 tahun gerakan Zionisme Internasional merayakan kelahirannya, dan salah seorang pengusaha Yahudi dunia bernama George Soros memborong mata uang dollar AS dari pasar uang dunia, maka meletuslah krisis keuangan yang berawal dari Thailand dan terus merembet ke Indonesia.”

visi misi Jokowi-JK dengan Prabowo-Hatta

Jokowi-JK:Prabowo-Hatta: Visi: Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat Visi: Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-Royong.

gadis LOMBOK dan adat sasak

nyongkolan, gendang belek, tari rudat, tari jngger,gamelan, chilokak dan peresean. antara adat budaya sasak yg masih utuh di lombok.

Wednesday, May 12, 2010

Pemadaman Listrik Terparah Sejak 1993


(LOMBOK POST)-TALIWANG-Masyarakat Sumbawa Barat mulai mengeluhkan pemadaman bergilir dari PLN. Sudah hampir dua bulan, berselang dua malam, masyarakat mendapat giliran pemadaman. Khususnya di tiga kecamatan wilayah lingkar tambang; Kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang. Selain pemadaman bergilir, kondisi byar-pet dalam sehari bisa mencapai enam sampai tujuh kali sehari.
‘’Tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang tergantung dengan listrik,’’ keluh Marlin Sari, tokoh masyarakat Kecamatan Maluk.
Manager PLN Ranting Taliwang Agus Saefullah mengakui hal ini. Ditemui di ruang kerjanya kemarin, sejak tahun 1993 dirinya bertugas di Taliwang, inilah pemadaman terparah yang membutuhkan waktu hingga dua bulan. ‘’Inilah kondisi pemadaman terparah di Taliwang sejak tahun 1993,’’ ungkapnya.
Hal ini karena ada tiga engine (mesin) PLTD Ranting Taliwang yang mengalami gangguan. Gangguan ketiga mesin ini mengharuskan PLN mengambil kebijakan pemadaman bergilir sebesar 1.200 KW setiap malamnya. ‘’Ketiga mesin yang mengalami gangguan itu yakni Caterpilar, MWM dan SWD,’’ jelasnya.
Namun demikian, Agus membantah pemadaman setiap dua malam sekali. Menurutnya, jadwal pemadaman adalah tiga kali satu. ’’Artinya tiga malam nyala dan semalam mati,’’ jelasnya. ‘’Pemadaman dimulai dari pukul 18.00 hingga pukul 24.00. Namun diusahakan hanya sampai jam 22.00 atau paling telat pukul 23.00 sudah masuk sistem (nyala),’’ tambah Agus.
Terkait pemadaman di wilayah lingkar tambang, Agus beralasan karena jaringan di sistem penyulang satu mengalami gangguan jaringan yang sulit dideteksi. Hal ini membutuhkan waktu beberapa hari untuk dicari petugas.
‘’Syukur Senin lalu kita sudah menemukan gangguan tersebut di wilayah hutan Benete, Kecamatan Maluk,’’ ungkapnya.
Gangguan jaringan di wilayah ini, diperparah dengan gangguan mesin PLTD Sekongkang. ‘’Radiator mesin Sekongkang mengalami gangguan. Namun nanti malam (Selasa malam) sudah bisa masuk sistem setelah diperbaiki,’’ ujarnya.
Dalam kondisi normal PLTD Ranting Taliwang dengan 9 unit mesin, mempunyai daya 5,2 megawatt (MW). Sementara jumlah kebutuhan masyarakat KSB sebebsar 5,1 MW. ‘’Sangat pas-pasan. Hanya ada spare 100 KW, itupun untuk persiapan beban puncak,’’ jelas Agus. Menurutnya, Dirut PLN sudah berkomitmen mulai tanggal 30 Juni, sudah tidak ada pemadaman di seluruh Indonesia. (cr-jar)

Monday, May 10, 2010

kakek 15 cucu dakwa lawat syurga 2 kali

(SELONG-lotim)-Seorang datuk 15 cucu kelihatan lemah dan mendakwa melawat syurga - dua kali - serta menerima wahyu dari Tuhan sekembalinya ke Bumi mendapat kejutan Jumaat lalu apabila dipenjarakan setahun kerana mempersendakan agama.

Jelas menyesal dengan perbuatannya, Bakri Abdullah, 70, juga dikenali Amaq Bakri, Papuq Junaedi dan Abdullah, memberitahu Mahkamah Daerah Selong di Pulau Lombok dia “amat berterima kasih” dengan keputusan itu, lebih ringan enam bulan berbanding diminta pendakwa raya (antara)

Pertama di Indonesia, Dinilai Sukses


MATARAM-(lombokpost)—Pelaksanaan Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF) yang bersamaan dengan kegiatan Indonesia MICE Corporate & Travel Mart (IMCTM) yang digelar 5-8 Mei lalu dinilai sukses.
‘’Kegiatan ini harus berlanjut. Tahun depan akan dibuat dengan konsep berbeda. Kita harapkan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menyelenggarakan,’’ kata Kasubdit Promosi Tujuan Wisata, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Suriansyah S, pada Lombok Post usai penutupan LSPF dan IMCTM 2010, Sabtu (8/5).
Selama kegiatan yang dilangsungkan di Hotel Santosa, Senggigi, Lombok Barat (Lobar), ini tercatat 9.000 business seasons pada kegiatan table top di kegiatan IMCTM. Beberapa buyers luar negeri yang hadir di kegiatan ini berasal dari Jepang, Australia, China, Hongkong, dan Singapura, telah melakukan transaksi selama pameran dengan nilai 47.425 dolar AS.
Menurut Suriansyah, festival mutiara dan IMCTM yang digelar di NTB ini bisa menjadi icon NTB dalam memajukan pariwisata. Khusus untuk festival mutiara, dalam catatan Suriansyah, NTB yang kali pertama melakukannya di Indonesia. Ke depan, ini bisa menjadi even resmi tahunan NTB dalam promosi wisata.
‘’Seperti festival bunga di Tomohon, Sulawesi Tenggara, itu menjadi icon mereka sekarang. Kenapa tidak NTB menjadikan festival mutiara sebagai agenda resmi tahunan,’’ katanya.
Festival mutiara NTB, kata Suriansyah, ke depan harus lebih ramai dari tahun ini. Selain itu, perlu dibuat konsep acara yang lebih menarik untuk dikunjungi wisatawan.
‘’Cukup di sini saja kegiatannya, dengan dilaksanakan di sini akan banyak tamu datang. Kalau membawa festival ini keluar NTB, kita belum berpikir ke arah sana. Perkuat dan daerah dulu,’’ ujarnya.
Wakil Gubernur NTB H Badrul Munir, mengatakan, festival mutiara dan IMCTM tersebut telah membangkitkan semangat pariwisata NTB. Melalui kegiatan seperti ini, wisatawan akan lebih mengenal NTB. ‘’Program Visit Lombok Sumbawa 2012 sangat didukung oleh kegiatan seperti ini,’’ ujarnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Gita Aryadi menyebutkan, selama festival mutiara, terjadi transaksi langsung pembelian mutiara. Selama pameran terjual 7,8 kilogram mutiara. ‘’Pembeli banyak dari peserta IMCTM dan pertemuan working group. Disamping membeli langsung mutiara, banyak juga transaksi lainnya,’’ ujarnya bersemangat.
Keberhasilan LSPF ini menjadikan Disbudpar NTB mengagendakan kegiatan ini secara rutin. Tahun depan Budpar akan menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan untuk membuat even festival mutiara.
‘’Sektor produksi mutiara ini ada pada Dinas Kelautan dan Perikanan. Kami dari Budpar mendukung untuk pengembangan wisata. Dinas-dinas lain juga terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan,’’ ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, mengusulkan adanya paket wisata kunjungan ke tempat pembibitan mutiara. Di Lombok, menurut dia, banyak tempat pembibitan mutiara, dan ini bisa dimanfaatkan untuk menarik wisatawan. Wisata mutiara tidak sekadar membeli barang yang sudah jadi, melainkan juga melihat langsung prosesnya.
Kegiatan wisata seperti ini sudah diprogramkan Budpar NTB. Selain wisata ke lokasi pembuatan mutiara, Budpar juga menggalakkan paket wisata tempat pembuatan gerabah. (fat)

Mataram Sabet Gelar Duta Mutiara dan Wisata NTB



MATARAM—Pande Ni Made Mega Pertiwi, perwakilan Kota Mataram berhasil menyabet gelar Duta Mutiara dan Wisata NTB 2010. Gadis 17 tahun ini keluar sebagai duta setelah bersaing dengan 20 finalis dari seluruh NTB.
Duta mutiara dan wisata NTB menjadi duta dalam setiap even wisata NTB ke luar daerah. Dia akan mempromosikan potensi wisata NTB dan dalam berbagai kesempatan akan mendampingi para pejabat NTB yang keluar daerah untuk melakukan promosi wisata.

Ajang pemilihan duta mutiara dan wisata tahun ini bertepatan dengan kegiatan Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF) yang digelar tanggal 5-8 Mei di Hotel Santosa, Senggigi.
‘’Saya akan meningkatkan kemampuan saya. Ini memotivasi saya untuk lebih giat belajar lagi,’’ kata gadis yang dipanggil Mega ini.
Gadis yang masih tercatat sebagai siswi SMAN 4 Mataram ini meraih gelar ini setelah mengikuti pembekalan, hingga presentasi di depan penonton dan juri. Ada tiga orang juri yang memberikan penilaian dalam ajang bergengsi ini, Samuel Wattimena seorang desainer papan atas nasional, budayawan NTB Musbiawan, dan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB.
Selain itu, penonton yang hadir juga diberikan kesempatan untuk memberikan penilaian pada para finalis tersebut. ‘’Saya akan lebih mempelajari pariwisata NTB. Semoga nanti ketika diberikan tanggung jawab mempromosikan NTB saya bisa maksimal,’’ katanya.
Dari ajang bergengsi ini, posisi wakil I Duta Wisata diraih juga oleh Mataram atas nama Baiq Herlin Puspitasari. Juara wakil II Duta Wisata diraih Yulia Ayu Triana dari Mataram.
Pada posisi Runner Up I Duta Mutiara diraih Nindi Rahma Putri dari Dompu, Runner Up II Duta Mutiara diraih Baiq Merrysta Yonanda dari Lombok Tengah. Untuk juara Duta Mutiara berbakat diraih Lala Sofia Afrina dari Lombok Timur dan untuk kategori Duta Mutiara Favorit diraih Nindi Rahma Putri dari Dompu.
‘’Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bisa menggembleng mereka,’’ kata ketua dewan juri Samuel Wattimena.
Menurut perancang mode ini, Duta Mutiara dan Wisata ini bisa menjadi corong bagi daerah untuk mempromosikan wisatanya. Keberadaan mereka bisa mengisi setiap kegiatan penting baik di forum regional, nasional bahkan internasional. Mereka bisa mempromosikan wisata sehingga orang akan tertarik datang ke NTB. ‘’Mutiara juga sebagai salah satu icon NTB bisa dipromosikan,’’ ujarnya. (fat)

Friday, May 7, 2010

NTB PERSIAPKAN FORUM RUMPUT LAUT INTERNASIONAL 2012


Mataram, 7/5 (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai mempersiapkan pelaksanaan Forum Rumput Laut Internasional yang dijadwalkan di Pulau Lombok pada 2012.

"Kami persiapkan sejak dini agar pada saatnya nanti tinggal melaksanakan saja," kata Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) KH M. Zainul Majdi, di Mataram, Jumat, ketika mengomentari program pengembangan mutiara berkelas dunia yang dicanangkan Kementerian Perikanan dan Kelautan.

Saat bersama Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik, menghadiri panen mutiara di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Menteri Perikanan dan Kelautan (Menkanlut) Fadel Muhamad, mengungkapkan program pengembangan rumput laut berkelas dunia itu.

Panen mutiara itu merupakan bagian dari kegiatan "Lombok Sumbawa Pearl Festival 2010" yang dipusatkan di Hotel Sentosa, kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, 6-9 Mei 2010.

Lombok, NTB, merupakan salah satu daerah target pengembangan rumput laut berkelas dunia, dan Indonesia berupaya meraih peringkat pertama di bidang kualitas rumput laut.

Fadel Muhammad mengatakan, saat ini Indonesia menempati peringkat ke-2 kualitas rumput laut dunia.

Program kementerian yang sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi NTB mengembangkan rumput laut sebagai satu dari tiga komoditas yang paling diunggulkan itu, kemudian menghasilkan wacana NTB tuan rumah pelaksanaan Forum Rumput Laut Internasional 2012.

Majdi mengatakan, pada prinsipnya NTB telah siap menjadi tuan rumah pertemuan rumput laut dunia karena tengah mengembangkan rumput laut sebagai komoditas unggulan.

Selain rumput laut, dua komoditas unggulan lainnya yakni jagung dan ternak sapi, yang kemudian ke tiga komoditas unggulan itu diakronim menjadi "pijar".

"Kami sudah siap namun untuk lebih mantap perlu dilakukan berbagai persiapan, terutama terus mengembangkan rumput laut menjadi komoditas unggulan dunia," ujarnya.

Diakuinya, Pemerintah Provinsi NTB menargetkan produksi rumput laut sebesar 250.000 ton pada 2010.

Sementara sebelumnya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTB H.M. Ali Syahdan menargetkan 130 ribu ton saja, tetapi gubernur merivisi naik target tersebut menjadi 250 ribu ton.

Menurut Diskanlut Provinsi NTB, sejauh ini NTB sudah mampu menghasilkan 100 ribu ton rumput laut kering pada 2009. Produksi rumput laut terus mengalami peningkatan dari 32 ribu ton pada 2006 menjadi 36 ribu ton(2007) dan hampir 70 ribu ton(2008) serta 2009 mencapai 100 ribu ton.
Produktivitas itu masih bisa ditingkatkan lagi karena potensinya dapat mencapai 23 ribu hektare yang menyebar di berbagai kabupaten, di mana sampai saat ini baru 6.700 hektare yang dimanfaatkan.

Pemerintah Provinsi NTB sudah mencanangkan gerakan masyarakat pesisir berbasis rumput laut dengan target produksi pada 2013 yakni produksi rumput laut kering sebanyak 546.626,40 ton dengan kualitas rumput laut standar ekspor.

Sentra-sentra produksi rumput laut di NTB menyebar di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan kabupaten lainnya yang memiliki kawasan pesisir.

Sementara jumlah petani nelayan rumput laut sudah mencapai 6.000 orang dan akan terus diupayakan agar semakin bertambah demi pencapaian target maksimal.(*)

Bangga Cita Rasa Khas Masakan LOMBOK


Keanekaragaman masakan Indonesia dengan cita rasa yang khas harus menjadi kebanggaan setiap individu Indonesia.
Dengan bumbu tradisional, masakan kita jauh dari bahan-bahan pengawet, dan diolah tangan terampil.
‘’Ini membuat masakan Indonesia membahana di seluruh dunia,’’ kata Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Apkli) Kota Mataram, M Nur Rahmat.
Di mata Rahmat, pesona masakan Indonesia tidak akan hilang dari dirinya. Apalagi rutinitasnya selalu bersinggungan dengan pedagang kaki lima (PKL), yang banyak menjual makanan khas Indonesia.
Jika berbicara makanan khas Pulau Lombok ada sate bulayak. Sedangkan Pulau Sumbawa ada Singang. Bima dengan olahan ikan yang dicampur sambal khas Bima.
‘’Semua makanan itu enak sekali,’’ katanya.
Menurut Rahmat, kuliner-kuliner khas ini perlu dikelompokkan. Termasukrempah-rempah sebagai bumbu masakan dengan berbagai jenisnya.
Dikatakan, meski masakan luar negeri telah hadir, kita harus tetap bangga dengan masakan Indonesia, dengan cita rasa khas yang tidak bisa tergantikan. ‘’Masakan Indonesia di luar negeri sudah pasti dikenal, karena da cita rasa khas yang kaya rempah,’’ urainya. (cr-feb)

Dua Menteri Panen Mutiara Lombok


(LOMBOKPOST-LOBAR-)Dua Menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II melakukan panen mutiara di Hotel Santosa, Senggigi, Lombok Barat (Lobar), kemarin. Mereka adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Kegiatan ini menandai dibukanya even Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF) dan Indonesia MICE & Corporate Travel Mart 2010.
‘’Mutiara Lombok menjadi brand pariwisata kami,’’ kata Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi saat konferensi pers. LSPF 2010 merupakan kegiatan pertama yang digelar di NTB. Mutiara sebagai salah satu produk andalan NTB, khususnya Lombok, disiapkan menjadi brand pariwisata.
Melalui even ini, keberadaan mutiara Lombok diakui dan menjadi produk unggulan yang bisa menembus pasar internasional. ‘’Kami memiliki tiga jenis mutiara laut, warna bronze, metal, dan emerald. Ketiga warna ini menjadi andalan kami dan hanya terdapat di perairan NTB,’’ kata gubernur sambil menunjukkan tiga buah mutiara andalan tersebut.
Kualitas mutiara Lombok ini sudah diakui secara nasional, bahkan bisa bersaing di level internasional. Hanya saja, masih terkendala dalam pemasaran dan produksi. Saat ini, produksi mutiara Lombok masih terbatas dengan perkiraan produksi 800 kg per tahun. Ke depan, kata gubernur, akan ada usaha untuk meningkatkan produksi ini dalam jumlah yang lebih besar.
Menteri Kelautan dan Perikan Fadel Muhammad memberi apresiasi terhadap NTB yang menjadikan mutiara sebagai salah satu produk unggulannya. ‘’Hasil-hasil laut mendapat perhatian yang lebih besar. Salah satunya mutiara ini,’’ kata mantan Gubernur Gorontalo ini.
Untuk mengembangkan mutiara ini, kata Fadel, pemerintah pusat menyiapkan suatu badan. Nantinya badan ini akan melindungi kestabilan harga mutiara. Sehingga ketika panen besar, harganya tidak merosot tajam.
Kementerian Kelautan dan Perikanan juga menyiapkan sistem bantuan perbankan untuk pengembangan mutiara. Selama ini, katanya, dukungan perbankan terhadap sektor ini tidak terlalu bagus. ‘’Nanti akan ada grade-grade. Misalnya ada grade A, B,C,D ini nanti akan dihitung berapa biaya produksinya. Nanti badan yang dibentuk itu juga akan mengatur regulasi harga tiap grade itu,’’ kata kader Golkar ini.
Sebagai produk unggulan, mutiara memiliki potensi besar untuk peningkatan ekonomi. Saat ini, Indonesia tercatat sebagai salah satu pemasok terbesar mutiara dunia, yakni sekitar 53 persen dari pasar dunia. Sayangnya, pemasaran mutiara Indonesia masih belum bisa mengambil peran dominan.
Selain kendala perbankan dan pemasaran, kendala lainnya dalam budidaya mutiara ini terkait dengan teknologi. Fadel berjanji, akan mengusahakan berbagai inovasi dan program peningkatan teknologi ini. Misalnya untuk penyediaan induk yang baik, obat untuk mempercepat produksi dan berbagai teknologi terapan yang bisa meningkatkan produksi mutiara.
Sementara itu Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan, LSFP merupakan bentuk program untuk menyukseskan Visit Lombok Sumbawa (VLS) 2012. VLS 2012 dilaunching Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ditandai dengan pemasangan nukleus pada mutiara. ‘’Sekarang dua menteri datang, ini menunjukkan betapa seriusnya kita mengembangkan pariwisata Lombok,’’ ujarnya.
Festival mutiara ini, kata Jero Wacik, dijadikan ikon pariwisata NTB, khususnya Lombok. Untuk wisata alam sendiri, Lombok memiliki objek wisata yang bagus. Sementara, mutiara ini sendiri menjadi ikon industri kreatif sektor pariwisata. ‘’Mutiara Lombok kelas satu di dunia,’’ katanya memuji. (fat)