Jokowi-JK:
Visi: Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-Royong.
Misi:
- Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah,
menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim, dan
mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.
- Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan Negara hukum.
- Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
- Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera.
- Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing.
- Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional
- Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
Prabowo-Hatta:
Visi: Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat
Misi:
- Mewujudkan Indonesia yang berdaulat, aman dan damai, bermartabat,
demokratis, berperan aktif dalam perdamaian dunia, serta konsisten
melaksanakan Pancasila dan UUD 45.
- Mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berkerakyatan, dan percaya diri menghadapi globalisasi.
- Mewujudkan Indonesia yang berkeadilan sosial, dengan sumber daya
manusia yang berakhlak berbudaya luhur; berkualitas tinggi: sehat,
cerdas, kreatif dan trampil.
Jokowi-JK menawarkan 9 Agenda Prioritas yang terdiri:
- Kami akan menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara.
- Kami akan membuat Pemerintah tidak absen dengan membangun tata
kelola Pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
- Kami akan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat Daerah-daerah dan Desa dalam kerangka Negara Kesatuan.
- Kami akan menolak Negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
- Kami akan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dengan Indonesia Pintar, Indonesia Kerja, dan Indonesia Sejahtera.
- Kami akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.
- Kami akan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
- Kami akan melakukan revolusi karakter bangsa, melalui kebijakan
penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan
aspek pendidikan kewarganegaraan (civic education), yang menempatkan
secara proporsional aspek pendidikan, seperti: pengajaran sejarah
pembentukan bangsa, nilai-nilai patriotism dan cinta tanah air, semangat
bela negara dan budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
- Kami akan memperteguh Ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
Sementara
Prabowo-Hatta menawarkan Agenda dan Program Nyata Untuk Menyelamatkan Indonesia:
1. Membangun perekonomian yang kuat, berdaulat, adil dan makmur
2. Melaksanakan ekonomi kerakyatan
3. Membangun kembali kedaulatan pangan, energi dan sumberdaya alam
4. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dengan melaksanakan reformasi pendidikan
5. Meningkatkan kualitas pembangunan sosial melalui program kesehatan, sosial, agama, budaya dan olahraga
6. Mempercepat pembangunan infrastruktur
7. Menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup
8. Membangun pemerintahan yang melindungi rakyat, bebas
korupsi dan efektif melayani.
Untuk bidang kesehatan
Jokowi dan JK berkomitmen
memperjuangkan kebijakan khusus untuk memenuhi kebutuhan layanan
kesehatan, perangkat dan alat kesehatan dan tenaga khususnya bagi
penduduk di pedesaan dan daerah terpencil sesuai dengan situasi dan
kebutuhan mereka. Menyediakan sistem perlindungan sosial bidang
kesehatan yang inklusif dan menyediakan jaminan persalinan gratis bagi
setiap perempuan yang melakukan persalinan. Mengalokasikan anggaran
negara sekurang-kurangnya 5% dari anggaran negara untuk penurunan AKI,
Angka kematian bayi dan balita, pengendalian HIV dan AIDS, penyakit
menular dan penyakit kronis.
Sedangkan
Prabowo dan Hatta menyatakan akan menjamin pelayanan kesehatan gratis bagi rakyat miskin melalui percepatan pelaksanaan BPJS Kesehatan.
Di bidang pendidikan,
Jokowi-JK berjanji
menyelenggarakan pendidikan 12 tahun yang bekualitas dan tanpa biaya di
seluruh Indonesia serta menerapkan nilai-nilai kesetaraan gender dan
penghargaan terhadap keberagaman dalam pendidikan.
Kemudian
melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali
kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan
kewarganegaraan (civic education), yang menempatkan secara proporsional
aspek pendidikan, seperti: pengajaran sejarah pembentukan bangsa,
nilai-nilai patriotism dan cinta tanah air, semangat bela negara dan
budi pekerti di dalam kurikulum pendidikan Indonesia.
Kami akan
mengevalusi terhadap model penyeragaman dalam sistem pendidikan nasional
-termasuk di dalamnya Ujian Akhir Nasional dan pembentukan kurikulum
yang menjaga keseimbangan aspek muatan lokal (daerah) dan aspek
nasional, dalam rangka membangun pemahaman yang hakiki terhadap
ke-Bhineka-an yang Tunggal Ika. Untuk pendidikan dasar, pembobotan
dilakukan dengan menekankan 70% substansinya harus berisi tentang budi
pekerti dan pembangunan karakter peserta didik (bagian dari revolusi
mental).
Untuk pendidikan tinggi, 60% politeknik dan 40% sains.
Kami akan memberikan jaminan hidup yang memadai para guru yang
ditugaskan di daerah terpencil, dengan pemberian tunjangan fungsional
yang memadai, pemberian asuransi yang menjamin keselamatan kerja,
fasilitas-fasilitas yang memadai dalam upaya pengembangan keilmuan serta
promosi kepangkatan dan karir.
Kami akan melakukan pemerataan
fasilitas pendidikan di seluruh wilayah terutama wilayah-wilayah yang
selama ini diidentifikasi sebagai area di mana tingkat dan pelayanan
pendidikan rendah atau buruk harus dilakukan. Salah satunya, adalah
penyediaan dan pembangunan sarana transportasi dan perbaikan akses jalan
menuju fasilitas pendidikan/sekolah dengan kualitas yang memadai
sehingga para peserta didik dan guru di seluruh wilayah dapat menjangkau
sekolah secara fisik dengan aman. Kami akan membuat kebijakan rekrutmen
dan distribusi tenaga pengajar (guru) yang berkualitas akan dilakukan
secara merata.
Sementara
Prabowo dan Hatta
berjanji memperkuat karakter bangsa yang berkepribadian Pancasila,
menjunjung tinggi sifat jujur, disiplin, patuh terhadap hukum, toleransi
terhadap perbedaan suku agama dan ras, menghargai budaya bangsa melalui
pendidikan Pancasila, kebangsaan dan budi pekerti.
Melakukan
realokasi dan peningkatan efisiensi terhadap pos-pos belanja pendidikan
dalam APBN yang dipandang tidak efektif dan atau boros.
Melaksanakan
wajib belajar 12 tahun dengan biaya negara, menghapus pajak buku
pelajaran, menghentikan penggantian buku pelajaran setiap tahun, dan
mengembangkan pendidikan jarak jauh terutama untuk daerah yang sulit
terjangkau dan miskin.
Meningkatkan martabat dan kesejahteraan
guru, dosen dan penyuluh. Menjadikan guru sebagai profesi terhormat,
sejahtera dan bertanggung jawab, antara lain melalui: (a) pengiriman
tunjangan profesi guru bersertifikat langsung ke rekening guru yang
bersangkutan, (b) merekrut 800 ribu guru selama 5 tahun. (c) menaikkan
tunjangan profesi guru menjadi rata-rata Rp 4 juta per bulan.
Merevisi
kurikulum nasional dengan memantapkan pengembangan budaya bangsa yang
berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, memajukan karsa dan karya bangsa
yang memiliki daya saing tinggi, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu
pengetahuan dan teknologi, serta menjunjung kearifan lokal; dan
mewajibkan kembali kurikulum matematika dan bahasa Inggris untuk sekolah
dasar serta pendidikan anti
korupsi.
Memperbaiki
secara masif kualitas dari fasilitas pendidikan di seluruh SD, SMP dan
SMA serta pesantren/sekolah agama sederajat, melalui pengalokasian Dana
Perbaikan Kualitas Fasilitas Pendidikan (DPKFP) rata-rata Rp 150 juta
per sekolah; dan meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di
universitas, baik negeri maupun swasta, dengan alokasi dana APBN Rp 20
triliun selama 2015-2019.
Mengembangkan fasilitasi dan keadilan
penyelenggaraan pendidikan melalui program menyediakan komputer di
sekolah dasar dan menengah, sekolah kejuruan, sekolah agama dan
pesantren, memberikan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan lulusan
baru serta pencari kerja yang mengikuti pelatihan pada bidang dan
lembaga tertentu yang direkomendasikan oleh negara, menyediakan
fasilitas kredit bank untuk mahasiswa berprestasi, serta membangun
jaringan internet gratis.
Memberikan insentif kepada
perusahaan/lembaga swasta yang menjalankan program magang bagi lulusan
baru, dengan persetujuan dari pemerintah.
Mengembangkan
sekolah-sekolah kejuruan pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan,
maritim dan industri, termasuk Balai Latihan Kerja.
SUMBER=
MERDEKA.COM